Minggu, 19 Juni 2016

Andai aku dapat memilihKehidupan bak angin berhembus mengikuti hukum Alam,tak terlihat namun dapat dirasakan,tak dipedulikan namun dibutuhkan, terkadang tiada arah ia berada,berbisik diantara ranting dan pepohonan,membentur bebatuan yang kokoh berdiri tegak tak tergoyahkan menghantar tujuan para nahkoda yang tengah berlayan menghempas pecahan ombak.Selayak itulah diri hamba, Seruan Budak awak lelaki,tertunduk dian renungkan Nasip...dapatkah Waktu diundur kembali ..?agar sekejap melangkahi masa yang sukar nan dipenuhi tangis dan kesunyian,andaikah ada walau hanya sehembusan nafas aku dapat menentukan Pilihan.adakah kesempurnaan hidup jika tampa tujuan..?selain bertaruh nasip ditengah kesukaran...gemerlap pesona dunia terasa hampa,yang hanya menjadi milik kaum beruntung.Aku ada namun tak terhitung,aku merintih namun terabaikan...siapa peduli dengan diriku ...!memalingkan pandangan tampa bertanya.mereka yang ku anggap ada namun pergi tampa jejak apaun...sunggh aku ada tampa suatu kesempatan untuk dapat memilih menapaki hidup yang lebih sempurna...dapat kha hadir satu kesempatan bagi diriku untuk memilih nasip baik mengubah diriku...Hanya sang Khaliklah yang tau siapa,dimana,kemana,dan bagaimana itu akan berakhin, semua derita dan tangis ini mendewasakan diriku agar tidak salah untuk memili.....Trs T%

Rabu, 16 Desember 2015

tugas psikologi pendidikan

A.  Pendahuluan
Mengajar (teaching) dapat membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekpresikan dirinya, dan cara-cara belajar bagaimana belajar. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakekat perencanaan atau perancangan (disain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Itulah sebabnya dalam belajar, siswa tidak berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber belajar, tetapi berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran, bagiaman cara menyampaikan isi pembelajaran, dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal.
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi Psikologis atau hubungan Kejiwaan secara timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.
 

Proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru, selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat.